Selasa, 29 Oktober 2019

Mas, manis senyummu tak kan pernah membuatku ragu, kalau jiwamu tulus padaku
Mas, tenang hangat dekapmu tak perlu ku sangkal, bahwa dirimu kan temaniku
Mas, segala baik dan lembut tutur katamu tak kan tak ku percaya jika hadirmu membahagiakanku
Mas, sabar telatenmu tak mungkin ku ingkari jika ku kan berpaling darimu
Mas, makasih, kamu manis, kamu baik, kamu masa depanku

29'Okt'19
Sheva Canss

Senin, 26 November 2018

Taman Wisata Edukatif Ngembag


Taman Wisata Ngembag merupakan salah satu objek wisata buatan yang cukup terkenal bagi masyarakat lokal kota reyog, didalamnya terdepat beberapa tempat wisata yang bisa dicoba. Ngembag juga menyediakan beberapa fasilitas yang bisa dicoba diataranya adalah Flying Fox, ya walaupun tidak terlalu tinggi namun bisa dicoba lah, Selanjutnya ada Kolam Renang yang saya lebih melihatnya khusus anak yang masih duduk di sekolah, karena tempatnya tidak terlalu lebar. Selain itu masih ada jembatan tali tempat santai, perahu bebek, ayunan, cafetaria, kebun binatang mini dengan hewan seperti buaya, monyet, ayam, ular, merak.

Untuk tiket masuknya cukup dikenai biaya Rp. 5.000,00 untuk sekali masuk. Murah bukan. Ngembag sendiri sangat cocok buat liburan anak-anak, karena lebih didominasi oleh permainan anak kecil dan usia sekolah, mungkin bagi orang tua cuma cukup melihat anak-anak yang sedang bermain dengan mainan yang tersedia dan kalaupun lapar atau haus bisa membeli makanan yang ada di warung disekitaran permaianan dan masih di komplek wana wisata ngembag.
Bagi anda yang tidak ingin menikmati suasana panas ponorogo diwaktu musim panas, wana wisata ngembag bisa menjadi opsi, karena di area lokasi wisata sangat rindang dengan pohon pohon yang cukup besar, jadi cukup sejuk bukan.
Sebelumnya, Ngembag melupakan sebuah sumber air atau sendang yang erat kaitannya dengan legenda Ponorogo yaitu kisah Warok Suromenggolo. Alkisah, dalam salah satu pertarungan Warok Suromenggolo, karena hebatnya pertarungan dan adu tenaga muncullah sumber air yang kemudian dikenal sebagai Ngembag. Dalam bahasa jawa, “Embag” berarti tempat yang becek, penuh air. Ngembag terkenal dengan sebuah telaga kecil yang tak pernah mengering. Ditambah dengan keberadaan puluhan pohon Trembesi yang berusia ratusan tahun menjadikan hawa disekitar Ngembag terasa sejuk. Selain itu, keberadaan pohon-pohon raksasa itu membuat sumber airnya Lestari sampai kini.
Taman wisata ngembag berada di desa Ronowijayan, Kecamatan Siman,

Ponorogo, dan jika anda ingin mengunjungi anda bisa lewat kota ponorogo arah timur menuju kecamatan pulung, lokasinya berada di sebelah kiri jalan bila dari kota Ponorogo.


Referensi dan gambar :
https://erawisata.com/taman-wisata-ngembag-ponorogo-objek-wisata-buatan-sekaligus-belajar/
https://www.teluklove.com/2016/10/pesona-keindahan-wisata-taman-wisata.html
http://www.pergiberwisata.com/wp-content/uploads/2016/08/Taman-Wisata-Ngembag.jpg


Golan Sentra Gethuk di Ponorogo


Gethuk Golan adalah salah satu kuliner legendaris di kota Ponorogo. Jajanan ini merupakan kuliner asli dari desa Golan kecamatan Sukorejo kabupaten Ponorogo, 8 km dari pusat kota. Rasa istimewa dari gethuk golan berasal dari singkong yang khusus didatangkan dari kecamatan Ngebel dan diolah secara tradisional. Dihidangkan dengan tambahan ketan, parutan kelapa muda, dan siraman gula Jawa membuat rasa gethuk golan menjadi legenda yang tak terpupuskan oleh waktu. Dan di sajikan di atas daun pisang, tampilan tradisional sangat kental dirasakan. Salah satu tempat kuliner gethuk khas Ponorogo yang terkenal berada di Jalan Onggolono, RT. 05 / RW. 02, Golan, Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia
Ada 5 macam yang ditawarkan dari olahan gethuk. Yaitu Gethuk Ketan, Gethuk Gatot, Gethuk Thiwul, Gethuk Trio dan Gethuk Goreng.

Gethuk Golan nan legit penuh histori ini bisa anda dapatkan dengan kisaran harga Rp.1500 hingga Rp.3000 saja. Harganya yang tergolong murah namun tidak murahan, dan terkenal lezat. Penasarankan rasanya seperti apa? Mampir Ponorogo yuk,

Di desa Golan sendiri, terlaksana Festival Gethuk Golan, pada tanggal 25 Maret 2018 kemarin. Festival ini diikuti ratusan masyarakat golan, yang rata-rata berjualan gethuk.
Menariknya, tidak hanya bergerumbul saja masyarakat juga membawa tumpeng yang digotong empat orang. Tumpeng bukan berisi nasi, namun berisi gethuk khas Golan.

 Yang unik dalam festival ini adalah masyarakat diajak makan 1.000 getuk gratis. Sembari makan getuk, warga dihibur pertunjukkan reog. Untuk lebih menggelorakan event ini, para pemuda juga membaginya di media sosial. Ini bertujuan menarik minat teman-teman agar datang khusus melihat festival Desa Golan.
Referensi :
http://matasingkal.blogspot.com/2016/11/gethok-golan-asli-makanan-khas-ponorogo.html
https://www.hipwee.com/travel/ponorogo-gak-cuma-punya-sate-aja-7-kuliner-khas-ini-juga-wajib-kamu-coba/
https://www.ponorogo.go.id/wp-content/uploads/2017/06/gethuk-golan.jpg (sumber gambar)
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3935845/festival-getuk-golan-optimalisasi-potensi-ekonomi-desa-kreatif


Nila Bakar Telaga Ngebel


Indahnya telaga Ngebel juga dilengkapi dengan kuliner yang menggoda. SeLain ada tiwul goreng, disini juga ada Ikan Nila Bakar yang tak kalah sedap.  Ikan nila tersebut dibudidayakan di karamba-karamba yang ada di telaga ngebel. Yang dimasak dan disajikan dengan kondisi segar. Ikan Bakar dengan aneka pilihan bumbu yang ditawarkan, sungguh menggoda wisatawan yang ingin menikmatinya sesuai dengan selera mereka.

Pengunjung dapat menikmati makanan khas yang dijajakan di rumah makan yang berjajar di pinggir telaga. Menikmati nila bakar, biasanya hanya dengan nasi putih hangat dipadukan dengan sambal dan lalapan. Uniknya jika menyantap nila bakar di telaga ini, nila bakar tersebut bisa dinikmati dengan segotiwul goreng. Hanya dengan Rp 15.000,00 saja pengunjung dapat menikmati ikan nila bakar, sego tiwul goreng, dan segelas es teh.

Tak hanya nila bakar, rumah makan yang berjajar di pinggir Telaga Ngebel juga menyajikan hidangan lainnya. Namun hampir semua rumah makan menghidangkan menu andalan yang sama, yakni nila bakar yang dipasangkan dengan sego tiwul goreng. Keistimewaan yang hadir ketika menyantap nila bakar dan sego tiwul goreng ini adalah pengunjung dapat langsung menikmati keindahan telaga dan menyantap hidangan tersebut. Pengelola rumah makan sengaja mendirikan rumah makan dipinggir telaga agar pengunjung dapat melihat pemandangan di sekitar telaga sambil menyantap hidangan tersebut. Jadi tunggu apalagi? Berlibur ke Ngebel yuk 😊

Refernsi & Gambar :




Sego Goreng Tiwul


Tiwul merupakan makanan tradisional yang terbuat dari olahan singkong. Meski termasuk ke dalam makanan tradisional, tiwul memiliki cita rasa tersendiri.

Tiwul Goreng, Siapa sangka Nasi Tiwul yang biasanya bisa terasa begitu enak setelah menjadi nasi tiwul goreng. Apalagi dengan lauk ikan goreng dan dimakan dalam suasana yang sejuk serta perut lapar.
Nasi tiwul saat ini sangat sulit dicari, bahkan di desa-desa keberadaan nasi tiwul juga jarang ditemui. Kandungan tiwul tidak kalah dengan beras.

Tiwul goreng memang sudah lama diakui kelezatannya oleh banyak orang. Sayang karena tiwul susah dicari, nasi tiwul goreng pun menjadi semakin langka. Tapi jangan salah, Di ponorogo, tepatnya di sekitar Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel Ponorogo. Masih ada beberapa warung yang menjajakan nasi tiwul goreng.

Yang istimewa dari tiwul goreng ngebel adalah bahan dasarnya. Di Ngebel dan sekitarnya Gaplek dibuat dengan merendam singkong yang sudah dikupas di air yang mengalir. Air yang jernih serta belum tercemar di sekitar ngebel menghasilkan Gaplek kualitas terbaik. Makanya, ketika sudah jadi nasi tiwul rasanya enak dan warnanya coklat terang. Tidak coklat tua atau coklat kehitaman seperti tiwul-tiwul dari daerah lain.
 
Tiwul goreng biasanya disajikan lengkap seperti nasi goreng pada umumnya, misalnya berlauk telur ceplok ataupun tempe goreng, irisan ayam goreng, serta timun dan tomat yang menggugah selera. Cukup merogoh kocek seharga Rp. 12.000,00an kita dapat menikmati seporsi tiwul goreng ini. Penasaran ya? Mari coba !



Referensi artikel :
https://www.cendananews.com/2017/09/tiwul-goreng-makanan-lezat-khas-ponorogo.html
http://kulinercandra11.blogspot.com/2016/11/tiwul-goreng-asal-ponorogo.html

Sumber Air Panas "Titra Husada"


Pemandian Sumber Air Panas desa Wagir Lor, tempat wisata ini mungkin jarang terekspose dan muncul informasinya. Wisata ini juga mungkin masih kalah tenar dengan Telaga Ngebel, Namun ternyata pengunjungnya justru luar biasa rame. Hanya berjarak sekitar 1,5 km dari Telaga Ngebel, Wisata alami ini tak kalah menarik, dengan hanya membayar tiket Rp. 8.000,00 kita sudah bisa masuk ke dalamnya.

Setiap pengunjung yang datang selain bisa bermain air juga bisa mendapatkan khasiat dari air belerang. Seperti menghilangkan berbagai penyakit kulit, diabetes, tensi tinggi, vertigo, gejala stroke, bahkan jerawat juga bisa hilang hanya dengan berendam di sini. Meski tempat ini digunakan wisatawan untuk menghilangkan penyakit kulit, jangan khawatir tertular. Pasalnya, setiap kolam di sini airnya terus mengalir yang berasal dari aliran sungai murni. Jadi, jika hanya ingin sekedar berendam air panas saja tidak usah risau terkena penyakit kulit

Sumber air panas yang terletak di bawah dan sekitar jembatan serta ditengah area persawahan terasering warga itu, saat ini telah tersedia dua kolam renang untuk anak-anak dan dewasa. Beberapa rumah pohon yang didesign cukup cantik, juga telah ada di lokasi. Penampakan terkini lainnya tentang perubahan wajah wisata alam itu adalah juga telah dikelolanya sumber air panas dengan baik. Maksudnya adalah telah ada lobang kolam-kolam kecil yang ditata dan dibangun dipilah pilah menurut kadar tingkat panasnya air, yang tentunya disediakan untuk para wisatawan yang datang. Sehingga di sepanjang sungai pusat sumber air panas tersebut saat ini telah ada beberapa kolam kecil yang bisa digunakan untuk berendam para pengunjung.
Bahkan lebih baik lagi pengelolaannya, di sisi tebing bagian lain, secara khusus telah berdiri beberapa bangunan permanen seperti rumah yang mana didalamnya berisi kolam-kolam kecil khusus untuk berendam dalam ruangan tertutup. Satu ruangan khusus untuk laki-laki, lainnya khusus perempuan. Begitupun untuk sarana kuliner, telah ada beberapa rumah makan kecil atau warung di seputar lokasi. Bahkan di dekat lokasi wisata juga telah ada beberapa sarana beristirahat atau hotel.
Soal pengunjung hari-hari biasa dan kunjungannya yang mulai sore dan malam, karena memang pengunjung di hari-hari biasa adalah wisatawan yang tidak saja ingin berlibur dan bersantai, tetapi lebih dari tujuan itu adalah karena mereka ingin melakukan pengobatan alami berupa terapi berendam di air panas. Dalam sehari bisa mencapai 100-150 orang, dan jika hari minggu atau libur bisa mencapai 500-700 pengunjung.
Referensi :
https://ponorogo.go.id/wisata-sumber-air-panas-wagir-lor-ngebel/
https://www.cendananews.com/2017/09/pemandian-air-panas-di-ponorogo-berkhasiat.html




Minggu, 25 November 2018

Telaga Ngebel Andalan Ponorogo


 OBJEK WISATA TELAGA NGEBEL merupakan Telaga yang terbentuk secara alami oleh alam dan Telaga Ngebel berada di kaki gunung wilis atau tepatnya berada di kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo sekitar 30 KM dari pusat kota Ponorogo.

Telaga Ngebel mempunyai luas sekitar 5 KM serta mempunyai suhu sekitar 20-26 derajat Celcius serta Telaga Ngebel akan ramai jika kita datang kesana pada waktu hari libur maupun saat hari raya lebaran, Telaga Ngebel merupakan Tujuan wisata utama yang berada di Kabupaten Ponorogo.


Telaga Ngebel merupakan tempat wisata dan pusat tradisi, berupa Larung Sesaji setiap jatuh Tahun Baru Hijriyah/Tahun Baru Islam 1 Muharam atau 1 Suro oleh masyarakat Ponorogo

SEJARAH OBJEK WISATA TELAGA NGEBEL
Tidak lepas dari sebuah cerita yang dihubungkan dengan terbentuknya Telaga tersebut, dalam cerita tersebut menyebutkan adanya seekor ular yang bernama BARU KLINTING, ular tersebut adalah jelmaan Patih Bantaran Angin.

Patih Bantaran Angin sedang bermeditasi dengan berwujud seekor ular dan ada seseorang tanpa sengaja membawa ular jelmaaan Patih tersebut masuk kedalam desa, saat sudah sampai ke desa tersebut, Ular berubah menjadi seorang anak kecil.
Anak tersebut membuat sebuah sayembara dengan menancapkan sebuah batang lidi dan menyuruh warga desa mencabut batang tersebut namun tidak ada yang bisa mencabutnya dan yang bisa mencabut hanyalah anak kecil yang menancapkan tadi, dari lubang tersebut muncul sumber air yang menggenang hingga terbentuk menjadi sebuah Telaga.

Lokasi
Terletak di kaki gunung wilis atau tepatnya berada di kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Jika masih bingung bisa mencari melalui Google Maps.

Bagi yang membawa kendaraan sendiri, jalur yang paling mudah adalah rute Ponorogo (kota)-Pasar Pon-Jenangan-Ngebel atau Ponorogo (kota)-Mlilir (Ngepos)- Ngebel. Satu lagi jalur alternatif tapi lebih menanjak dan sempit adalah lewat Dolopo, pertigaan sebelah PLN Dolopo ke timur-Ngebel. Ada angkutan pedesaan dari Terminal Seloaji Ponorogo tujuan Jenangan yang siap mengantar sampai Telaga Ngebel. Jika menempuh dari kota Madiun, bisa lewat Mlilir (Ngepos) atau Dolopo, langsung ke arah telaga. 

Harga Tiket Masuk
 Dewasa/Anak-AnakRp 6000 
 Motor: Rp 2000
 Mobil: Rp 3000

Wisata Telaga Ngebel di Ponorogo bisa dibilang sebuah wisata alam yang memiliki beberapa akan fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut : Area Parkir kendaraan, Masjid, Tempat Istirahat, Kamar mandi / MCK, Tempat Penginapan.

Ada juga area bermain anak, di antaranya ayunan, jungkat-jungkit, prosotan hingga flying fox khusus untuk anak-anak balita sampai 13 tahun. Bagi pecinta mancing, Telaga Ngebel merupakan surganya. Banyak ikan nila dan ikan ngongok, yang katanya hanya hidup di kawasan telaga ini saja.
Juga tersedia wahana sport tourism berupa pengadaan beberapa speed boat motor untuk melayani pengunjung yang ingin mengelilingi telaga dengan perahu. Masing-masing speed boat ini bermuatan maksimal 20 orang, dengan lama berkeliling telaga 30 menit, disertai oleh satu sampai dua orang pemandu kapal yang semuanya berseragam batik

Selain sebagai tempat wisata, Telaga Ngebel juga biasa digunakan untuk perkemahan anak anak sekolah, tersedianya lapangan yang luas mampu menciptakan suasana yang nyaman untuk berkemah.

Bertebaran warung-warung kecil yang menyediakan menu makanan khas Telaga Ngebel, berupa ikan air tawar dan nasi tiwul. Menu andalannya adalah ikan nila, wader, mujahir, atau gurame dengan berbagai macam cara memasak, dari digoreng sampai dibakar. Ada juga penjual makanan ringan, seperti gorengan, kacang atau kopi. Juga ditambah lagi ada banyak penjual yang menjajakan buah buahan, biasanya ditepi jalan banyak deretan penjual manggis, alpukat, pundungan dan durian jika sedang musim. Untuk soal harga pasti terjangkau, karena ini merupakan produk warga sekitar sendiri dan pasti berkualitas. Yuk nunggu apalagi? Mari main ke Ngebel!

Referensi :
https://erawisata.com/telaga-ngebel-danau-alami-yang-berada-di-gunung-wilis-ponorogo/
https://www.liputan6.com/regional/read/3642504/mentari-pagi-dan-legenda-naga-di-tepi-telaga-ngebel-ponorogo
https://www.teluklove.com/2016/10/pesona-keindahan-wisata-telaga-ngebel.html
http://surabaya.tribunnews.com/2009/10/02/eksotika-telaga-ngebel.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3UgpBQ2qQUpfAupuQLO5Cw1xGiTH_aUUkVXmXIIfVkLDSd0ka1cW4Gn3iGGu3JagaAmUkcu5Oj2olUoMbUjO1b0lRaqYw9MuzmELh4kH9Osq-p4vRp9lZsvLeIR4s8uEtVD0nVfanpmaz/s1600/IMG_0046.JPG



Mas Ganteng 2019

Selamat hari kamis untuk mas yang punya senyum manis Hii, happy december day🌹 2019 segera berakhir Perjalanan indah kan slalu terukir ...