Ø Jathilan
Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan
salah satu tokoh dalam seni Reog. Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan
ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda. Tarian ini
dibawakan oleh penari di mana antara penari yang satu dengan yang lainnya
saling berpasangan. Ketangkasan dan kepiawaian dalam berperang di atas kuda ditunjukkan
dengan ekspresi atau greget sang penari.
Jathilan ini pada mulanya ditarikan oleh laki-laki yang halus,
berparas ganteng atau mirip dengan wanita yang cantik. Gerak tarinya pun lebih
cenderung feminin. Sejak tahun 1980-an ketika tim kesenian Reog Ponorogo hendak
dikirim ke Jakarta untuk pembukaan PRJ (Pekan Raya Jakarta), penari jathilan
diganti oleh para penari putri dengan alasan lebih feminin. Ciri-ciri kesan
gerak tari Jathilan pada kesenian Reog Ponorogo lebih cenderung pada halus,
lincah, genit. Hal ini didukung oleh pola ritmis gerak tari yang silih berganti
antara irama mlaku (lugu) dan irama ngracik.
sumber gambar : https://gramrix.com/tag/galleryjathil
Warok adalah
pasukan Kelono Sewandono yang digambarkan sebagai orang yang sakti mandraguna
dan kebal terhadap senjata tajam. Penari warok adalah pria dan umumnya berbadan
besar. Warok mengenakan baju hitam-hitam (celana gombrong hitam dan baju hitam
yang tidak dikancingkan) yang disebut Penadhon. Warok dibagi menjadi dua, yaitu
warok tua dan warok muda. Perbedaan mereka terletak pada kostum yang dikenakan,
dimana warok tua mengenakan kemeja putih sebelum penadhon dan membawa tongkat,
sedangkan warok muda tidak mengenakan apa-apa selain penadhon dan tidak membawa tongkat. Senjata pamungkas para warok adalah tali kolor warna
putih yang tebal.
Sumber gambar : https://www.merdeka.com/peristiwa/mengenal-falsafah-dan-sejarah-reog-ponorogo.html
Sumber gambar : https://www.merdeka.com/peristiwa/mengenal-falsafah-dan-sejarah-reog-ponorogo.html
Ø Barongan (Dadak merak)
Barongan (Dadak merak) merupakan peralatan
tari yang paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo. Bagian-bagiannya antara
lain; Kepala Harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu,
rotan ditutup dengan kulit Harimau Gembong. Dadak merak, kerangka terbuat dari
bambu dan rotan sebagai tempat menata bulu merak untuk menggambarkan seekor
merak sedang mengembangkan bulunya dan menggigit untaian manik – manik (tasbih). Krakap terbuat
dari kain beludru warna hitam disulam dengan monte, merupakan
aksesoris dan tempat menuliskan identitas group reog. Dadak merak ini berukuran
panjang sekitar 2,25 meter, lebar sekitar 2,30 meter, dan beratnya hampir 50
kilogram.
Pembarong adalah penari
yang nantinya akan membawa Dadak Merak, pembarong mengenakan celana panjang
hitam dan baju kimplong (baju yang hanya punya satu cantelan bahu) dan harus
menggigit kayu di bagian dalam kepala singa untuk mengangkat Dadak Merak.
Seorang pembarong haruslah orang yang sangat kuat, karena dia harus bisa
menundukkan Dadak Merak hingga menyentuh lantai dan mengangkatnya lagi ke
posisi tegak. Karena itu, pembarong benar-benar harus memiliki
keterampilan dan kemampuan yang tinggi agar bisa menghidupkan Singobarong yang
dimainkannya.
Sumber gambar : https://www.wakoka.co.id/reyog-kabupaten-lamandau-berhasil-boyong-piala-presiden-festival-reyog-nasional-2015/
Sumber gambar : https://www.wakoka.co.id/reyog-kabupaten-lamandau-berhasil-boyong-piala-presiden-festival-reyog-nasional-2015/
Ø Prabu Klono Sewandono
Klono Sewandono adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka
andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman
kemana saja pergi sang Raja yang tampan dan masih muda ini selalu membawa
pusaka tersebut. Pusaka tersebut digunakan untuk melindungi dirinya. Kegagahan
sang Raja di gambarkan dalam gerak tari yang lincah serta berwibawa, dalam
suatu kisah Prabu Klono Sewandono berhasil menciptakan kesenian indah hasil
dari daya ciptanya untuk menuruti permintaan Dewi Sanggalangit, karena sang
Raja dalam keadaan mabuk asmara maka gerakan tarinyapun kadang menggambarkan seorang
yang sedang kasmaran.
Sumber gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Prabu_Klono_Sewandono.jpg
Sumber gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Prabu_Klono_Sewandono.jpg
Ø Bujang Ganong (Ganongan)
Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu – tunggu oleh penonton khususnya anak – anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang Patih Muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti. Dia digambarkan sebagai patih yang bertubuh kecil dan pendek, namun cerdik dan lincah. Patih Bujangganong disebut juga penthulan. Penarinya tidak memakai baju, hanya rompi berwarna merah dan topeng berwarna merah juga.
Sumber Gambar : https://www.kompasiana.com/bunnan/59c3f8252a582370e96439c2/pasukan-brawijaya-jawara-di-festival-reog-nasional-2017
Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu – tunggu oleh penonton khususnya anak – anak. Bujang Ganong menggambarkan sosok seorang Patih Muda yang cekatan, berkemauan keras, cerdik, jenaka dan sakti. Dia digambarkan sebagai patih yang bertubuh kecil dan pendek, namun cerdik dan lincah. Patih Bujangganong disebut juga penthulan. Penarinya tidak memakai baju, hanya rompi berwarna merah dan topeng berwarna merah juga.
Referensi :



Tidak ada komentar:
Posting Komentar